Berhenti Menutup Diri, Ayo Kenali Jati Diri


sumber foto: www.adjiegunt.blogspot.com
Jika ada orang yang bertanya tentang jati dirinya, menurut saya itu salah, jati diri pada diri seseorang itu sudah ada, masalahnya itu hanya berada pada pengenalan jati diri. Jika kita telah mampu mengenali jati diri kita, kita akan mampu lebih mengetahui peran dan fungsi kita dalam kehidupan ini, karena jika tidak, kita bagikan seonggok batu rapuh yang semakin hancur ditiup angin, jati diri adalah bekal dari Allah swt yang harus kita manfaatkan ke arah kebaikan menuju jalan yang diridhoinya, bukan sebaliknya.

Namun, jangan harap jati diri kita akan muncul bila diri kita hari ini masih tertutup, maksudnya kita jauh dari kebebasan berfikir, terlalu kaku dalam menghadapi setiap problema kehidupan yang sedang kita alami, padahal ini hanya dunia santai saja, santai dalam hal ini adalah tidak memusingkan sesuatu yang dirasa tidak perlu dipusingkan, karena itu hanya akan menambah beban. Akibatnya, diri kita selalu menghindar dari masalah atau selalu menutup diri.

Janganlah seperti siput, dirinya sangat tertutup, alhasil gerak hidupnya lambat, tak ada perubahan dalam hidupnya hanya menghitung hari mengganti cangkangnya. Walau, setiap orang punya kelebihan dan kekurangan masing-masing, tetap, sikap menutupi diri akan semakin menjauhkan kita pada menganali jati diri, dan membuat kekurangan kita semakin bertambah serta, membuat kelebihan kita semakin berkurang, betapa rileksnya kita saat semua yang telah Allah swt anugrahi ini kita syukuri dengan cara tidak menutup diri, dan mengenali jati diri kita yang sesungguhnya.

Adapun hal yang perlu diperhatikan dalam mengenali jati diri adalah lihat baik-baik agar kita tidak tertipu, maksudnya apakah yang kita kenal adalah sudah diri kita yang sesungguhnya, atau hanya sekadar ego yang menjelma. Jika ego berhentilah, itu bukan diri kita, cirinya-cirinya jika kita telah mengenal jati diri kita adalah kita tak merasa berat melakukan segala hal yang kita inginkan dalam artian postif, atau tidak kehilangan stabilitas jiwa.

Jati diri pun berfungsi sebagai penentu jalan hidup kita. Jika jalan hidup yang kita pilih menjadi dokter misalkan, maka tentu sebelumnya jati diri kita memang menginginkan menjadi seperti itu. Tinggal, usaha kita mengisi jalan hidup itu dan membuat jati diri kita semakin bersemangat dalam menjalaninya, jika diibaratkan jati diri ini bagaikan saudara kembar yang sangat akrab, saking akrabnya mereka saling melengkapi ke arah yang benar, tentu jika kita mengenalinya, rupanya, tubuhnya, matanya, kepalanya, kakinya dan seterusnya, artinya. kenali semua apa yang ada di dalam jati diri kita.

Setelah mengenalnya lalu apa lagi?, setelah adanya sebuah perkenalan ada jalinan yang terhubung antara keduanya, jalinan itu bisa saja putus bisa saja terus menyambung. Maksudnya, kita dengan jati diri kita bisa saja tidak berhubungan walau sudah mengenal, karena kita tidak menuruti keinginannya, tak ada keinginan dari jati diri itu jelek atau tidak baik, semuanya baik karena terlahir dari dasar hatimu dan itulah yang menghidupkannya.

Manusia sejati adalah manusia yang telah mampu mengenal jati dirinya sendiri. Kenapi sejati ? Karena Ia telah mampu mengenal dirinya ,yang sesungguhnya, maka dari itu berhentilah menutupu diri, kenali jati diri dan wujudkanlah mimpi-mimpi kita.
Previous
Next Post »
9 Komentar
avatar

Hi sahyul

Wah bermanfaat sekali..

Saya masih tertutup dalam kehidupan sosial nyata.

Tapi itu harus dibuka biar tidak terkekang kayak siput.

Makasih udah sedikit mencerahkan pembaca.

Balas
avatar

Buka dulu topengnya, liat kaca jadi diri sendiri. :)

Balas
avatar

Buka dulu topengnya, liat kaca jadi diri sendiri. :)

Balas
avatar

nah mending kita harus intropeksi diri sendiri :)

Balas
avatar

Ya betul sekali Mas,buka dulu topengnya

Balas
avatar

Ya..., itu lebih baik Mas, Salam

Balas
avatar

inspiratif dan memotivasi para introvert

Balas
avatar

harus mencob ni gue, mulai membuka diri

Balas