Teruslah Berjalan, Walau Pelan


sumber foto: www.lifestyle.liputan6.com

Hari ini dan seterusnya sampai nanti adalah perjalanan kita sendiri, menuju pada hidup yang abadi setelah mati. Masihkah kita menyianyiakan hidup yang singkat ini, menyepelekannya seakan kita akan hidup selamanya. Tidak, tengoklah ketika hujan turun, kita tak ingin berbasah-basah di bawahnya, padahal itu cuma air, kita mencari tempat untuk berteduh bukan, begitulah juga kita dalam menjalani hidup ini, pasti kita akan dibasahi cobaan dan ujian tetapi, bermanfaatlah kepada sesama di tengah ketabahanmu menghadapi ujian itu.

Di dalam sebuah perjalanan, tak ada suasana yang betul-betul sama semua berbeda. Terkadang kita menemui bunga, terkadang kita menemui lubang atau terkadang kita menemui kedua-duanya. Soal indah tidaknya suasana itu tergantung kita yang menilainya, cara menilainya harus bagus, yaitu dengan mensyukurinya. Karena itulah hidup adalah perjalanan, ada banyak suasana yang mengganggu hati kita, namun, ada banyak suasana juga yang membuat hati kita jadi bahagia. Jadi, sabar dan syukur adalah penyelarasnya.

Allah swt telah menyediakan apa yang seharusnya kita kembangkan, untuk kita manfaatkan sebagai alat kesinambungan kehidupan. Dalam mengembangkannya kita harus terlebih dahulu mempunyai mimpi, mimpi yang besar dan tinggi, agar kita tidak berleha-leha dalam meraihnya, jika mimpi kita kecil dan pendek, kita tak butuh banyak perjuangan untuk meraihnya, akibatnya hasilnya pun sama dengan apa yang kita perjuangkan. Maka susunlah mimpi-mimpi karena batu batanya sudah, tinggal kita yang akan menyusunnya, menjadi sebuah bangunan yang berguna bagi manusia.

Adapun langkah awal yang harus kita punya adalah niat yang tulus. Tulus pada apa yang kita korbankan demi kepada sebuah perbaikan, karena niatlah yang akan membawa kita pada keberkahan dunia dan di akhirat kelak. Niat yang tulus juga yang akan menuntut kita pada pekerjaan yang tak melelahkan, karena kita bekerja, berkarya untuk kebakan bukan pada imbalan, kalau pun harus ada imbalan itu hanya penunjang bukan tujuan.

Langkah ke dua adalah kesadaran yang kuat pada mimpi kita. Kita harus menyadarinya bukan sebatas mimpi belaka, sadari diri kita tentang indahnya bila mimpi kita itu terjuwud, ada banyak senyuman yang akan kita lihat nanti, senyum haru dan bahagia menyelimuti hasil dari perjuangan kita. Keringat yang dulunya mengucur deras, terbayar menjadi mutiara-mutiara yang berkilauan, tentu semua itu akan kita rasakan bila kesadaran akan mimpi kita itu tumbuh dan berkembang di dalam emosi kita, camkan baik-baik.

Langkah ke tiga buat rencana, rencana yang belum pernah dibuat oleh orang lain dalam mewujudkan mimpinya, mimpi kita boleh saja sama tetapi dalam mewujudkannya caramu harus beda, dengan caramu sendiri mimpi-mimpimu akan terwujud seperti apa yang kamu inginkan, tetapi, kita harus terlebih dahulu belajar dengan cara orang lain. Setelah itu rumuskan caramu sendiri, cara yang liar dan bebas tapi tidak merugikan orang lain. Cara itu bisa kita dapatkan melalui suara hati kecil kita, dengarlah apa yang dikatakannya.

Langkah ke empat mulailah beraksi, kejar dan gapailah mimpi-mimpi kita, seperti kita mengejar jambret yang mengambil barang berharga kita. Kita harus mengejarnya sampai dapat, kalau pun tak dapat, setidaknya kita telah berusaha untuk menggapainya, dan hasil dari usaha itu akan ada.gantinya, walau entah darimana. Namun ingat, jalan di dunia ini banyak bukan hanya satu, jalan-jalan itulah yang akan dilalui hasil dari usaha kita. Jadi, mulailah beraksi dan tetaplah berusaha.

Setelah melalui beberapa langkah tadi, berarti kita telah berjalan. Setapak demi setapak langkahkan kaki kita dan teruslah berajalan walau pelan menuju mimpi-mimpim indah, pasti pada akhirnya kita akan meraihnya. Hari ini dan seterusnya sampai nanti adalah perjalanan kita sendiri, menuju pada hidup yang abadi setelah mati. Masihkah kita menyianyiakan hidup yang singkat ini, menyepelekannya seakan kita akan hidup selamanya. Tidak, tengoklah ketika hujan turun, kita tak ingin berbasah-basah di bawahnya, padahal itu cuma air, kita mencari tempat untuk berteduh bukan, begitulah juga kita dalam menjalani hidup ini, pasti kita akan dibasahi cobaan dan ujian tetapi, bermanfaatlah kepada sesama di tengah ketabahanmu menghadapi ujian itu.

Di dalam sebuah perjalanan, tak ada suasana yang betul-betul sama semua berbeda. Terkadang kita menemui bunga, terkadang kita menemui lubang atau terkadang kita menemui kedua-duanya. Soal indah tidaknya suasana itu tergantung kita yang menilainya, cara menilainya harus bagus, yaitu dengan mensyukurinya. Karena itulah hidup adalah perjalanan, ada banyak suasana yang mengganggu hati kita, namun, ada banyak suasana juga yang membuat hati kita jadi bahagia. Jadi, sabar dan syukur adalah penyelarasnya.

Allah swt telah menyediakan apa yang seharusnya kita kembangkan, untuk kita manfaatkan sebagai alat kesinambungan kehidupan. Dalam mengembangkannya kita harus terlebih dahulu mempunyai mimpi, mimpi yang besar dan tinggi, agar kita tidak berleha-leha dalam meraihnya, jika mimpi kita kecil dan pendek, kita tak butuh banyak perjuangan untuk meraihnya, akibatnya hasilnya pun sama dengan apa yang kita perjuangkan. Maka susunlah mimpi-mimpi karena batu batanya sudah, tinggal kita yang akan menyusunnya, menjadi sebuah bangunan yang berguna bagi manusia.

Adapun langkah awal yang harus kita punya adalah niat yang tulus. Tulus pada apa yang kita korbankan demi kepada sebuah perbaikan, karena niatlah yang akan membawa kita pada keberkahan dunia dan di akhirat kelak. Niat yang tulus juga yang akan menuntut kita pada pekerjaan yang tak melelahkan, karena kita bekerja, berkarya untuk kebakan bukan pada imbalan, kalau pun harus ada imbalan itu hanya penunjang bukan tujuan.

Langkah ke dua adalah kesadaran yang kuat pada mimpi kita. Kita harus menyadarinya bukan sebatas mimpi belaka, sadari diri kita tentang indahnya bila mimpi kita itu terjuwud, ada banyak senyuman yang akan kita lihat nanti, senyum haru dan bahagia menyelimuti hasil dari perjuangan kita. Keringat yang dulunya mengucur deras, terbayar menjadi mutiara-mutiara yang berkilauan, tentu semua itu akan kita rasakan bila kesadaran akan mimpi kita itu tumbuh dan berkembang di dalam emosi kita, camkan baik-baik.

Langkah ke tiga buat rencana, rencana yang belum pernah dibuat oleh orang lain dalam mewujudkan mimpinya, mimpi kita boleh saja sama tetapi dalam mewujudkannya caramu harus beda, dengan caramu sendiri mimpi-mimpimu akan terwujud seperti apa yang kamu inginkan, tetapi, kita harus terlebih dahulu belajar dengan cara orang lain. Setelah itu rumuskan caramu sendiri, cara yang liar dan bebas tapi tidak merugikan orang lain. Cara itu bisa kita dapatkan melalui suara hati kecil kita, dengarlah apa yang dikatakannya.

Langkah ke empat mulailah beraksi, kejar dan gapailah mimpi-mimpi kita, seperti kita mengejar jambret yang mengambil barang berharga kita. Kita harus mengejarnya sampai dapat, kalau pun tak dapat, setidaknya kita telah berusaha untuk menggapainya, dan hasil dari usaha itu akan ada.gantinya, walau entah darimana. Namun ingat, jalan di dunia ini banyak bukan hanya satu, jalan-jalan itulah yang akan dilalui hasil dari usaha kita. Jadi, mulailah beraksi dan tetaplah berusaha.

Setelah melalui beberapa langkah tadi, berarti kita telah berjalan. Setapak demi setapak langkahkan kaki kita dan teruslah berajalan walau pelan menuju mimpi-mimpim indah, pasti pada akhirnya kita akan meraihnya.
Previous
Next Post »
0 Komentar